- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Sosok Kecil, punggung kecil yang menjadi sandaran Raga selama ini menjadi lebih kokoh, risaknya sudah tentu mengudara. Raga perkasa doakan Sosok Kecilnya untuk segera disambut bahagia.
Yang dibicarakan memutar arah tuhan, biarkan Raga bersuara betapa Raga sangat memuja senyum manis kelewat indah dengan pandangan yang tuhan suguhkan. Dunia memang diciptakan dengan sungguh sempurna, namun Sosok Kecilnya mengalahkan kata sempurna itu. Raga ucapkan maaf, jika kali ini Raga mengabaikan bumi yang tuhan ciptakan.
Satu langkah, dua langkah jarak ia pangkas, untuk sosok manisnya. Kata berpisah sangat menyiksa Raga, ia butuh Sosok Kecilnya. Sosok teduh yang nyamannya turut andil menerimanya.
“Sudah puas menangisnya?” Raga menyematkan beberapa helai rambut Sosok Kecil, tak lupa untuk menyelami netra lawannya. Ia suguhkan senyuman terbaiknya.
Lawannya membalas angguk pertanda jawaban iya, senyum dilontarkan sebagai pengganti jawaban bahwa yang ditanya sudah baik-baik saja. Raga perkasa masih setia melingkarkan lengan pada Sosok Kecilnya, seolah tersihir dengan manusia yang selalu ia katakan sempurna ini.
“Apa yang mau ditukarkan?”
hembusan angin menjadi pemutus hening. Wajah Raga perkasa semakin jelas dilihat, terima kasih untuk angin pagi yang secara sukarela menyalurkan sejuknya untuk dua manusia yang sedang beradu panas tubuh.
Tanpa permulaan, Sosok Kecil berikan karsa terindah yang manis rasanya. Raga Perkasa ikut mencecap rasa manis teh kotak yang ia berikan sebagai penenang manusia didepannya. Dua hembusan menjadi satu bak irama yang teratur ketukannya. Tangan Sosok Kecil mengerat di balik tengkuk manusia yang ia karsai.
Bertaut, yang diberi menerima dengan senang hati. Ia kunci sosoknya dengan erat seakan harinya akan habis dalam beberapa menit lagi. Ah.. jadi ini penukaran yang dimaksud. Raga Perkasa sungguh hapal dengan manis teh kotak, tapi rasa ini mematahkan manis minuman dengan kemasan kotak yang warnanya dipadukan.
Bibir yang dikarsai Sosok Kecil sungguh luar biasa. Ia salurkan manis, lega, dan juga seluruh cintanya. Sosok Kecil berbagi rasa diterima Raga Perkasa dengan khidmat.
Raga pisahkan tapi tidak dengan kening keduanya “Terima kasih kembali, untuk penukarannya.”
Mereka tutup dengan tawa kecil dan sebuah cinta. Sebuah karsa yang luar biasa rasanya namun dosa eksistensinya.

Komentar
Posting Komentar