- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
“Kesha, kamu marah gitu beneran ngga nakutin aku. Justru aku makin gemes.”
“Lo diem deh, dikira gue ngga gitu napa. hati gue juga repot Jeka. Lo lembut gini hati gue ketar ketir”
Si lawan masih terus menebar senyum bersamaan dengan matanya yang ikut tersenyum dihadapan Kesha saat ini. Masih mengenai persoalan Kesha yang kesusahan dengan perihal hati dengan Jeka yang penuh hati meladeninya.
Menurut Jeka, Kesha kalau marah itu pipinya bisa dituing-tuing. Jeka jelas ngga tahan buat ngga mainin pipi Kesha yang sedari tadi menggembung sebab ia yang masih marah dan kesal perihal hati yang tiada hentinya.
Sama dengan Jeka, hati Kesha juga dibuat berantakan dikarenakan sikap lembut serta manis seorang Jeka Hainandra. Jeka yang dikenal bagai kulkas berjalan yang dimana setiap orang dibuat tertunduk dalam hanya karena tatapan dingin nan menusuk. Kesha bingung dibawa kemana sikap dingin Jeka yang menakutkan itu namun disisi lain ia juga sangat bersyukur karena ia menjadi salah satu alasan mengapa Jeka yang dingin berubah menjadi hangat.
“Jeka, gue masih baik jadi tolong singkirin tangan lo sekarang.”
Jeka diam dan menatap lekat kekasihnya. Senyum dibibir serta matanya luntur yang membuat Kesha bingung serta sedikit merasa bersalah. Dalam hitungan detik, Jeka menangkup pipi Kesha tiba-tiba. Kesha makin bingung hingga balas menatap Jeka berharap mendapat sebuah pencerahan dengan apa yang Jeka lakukan.
“Kesha, Kesha, Kesha, Kalau udah gede mau jadi apa?”
ujar Jeka dengan nada lagu anak-anak yang makin memancing kekesalan seorang Kesha Alvino.
“GUE UDAH GEDE ANJING!”
teriak Kesha yang dibalas dengan cekikikan Jeka yang masih menangkup kedua pipi Kesha. Hari ini senang-senang dulu, besok ngga tau gimana tapi Kesha harap senang-senangnya bisa berlaku lama atau bahkan selamanya.
Jeka baru pulang, dan tinggal Kesha di ruangannya beserta isi kepala yang kian ribut di malam yang sunyi. Cinta Kesha pada Jeka tidak main-main, walaupun dirinya terlampau kasar, bukan semata sebagai bentuk rasa untuk menyakiti namun memang beginilah bentukan Kesha yang kasar dan mudah untuk disenggol. Ia buka kembali handphone miliknya yang sebelumnya ia mainkan saat Jeka memberi kabar singkat mengenai dirinya yang sudah di rumah. Menggeser beberapa pilihan hingga berakhir terputar sebuah melodi tenang dengan lirik yang sangat menggambarkan sebuah rasa Kesha. Give Me Your Forever dari Zack Tabudlo menjadi kesukaannya semenjak Jeka datang dan mengisi hari-hari Kesha.
Kesha akan selalu rela untuk Jeka. Apapun itu.
Begitu juga yang disana, Jeka akan melakukan apapun demi seorang Kesha Alvino, kekasih serta pemilik hati dan dunianya.
Urusan cinta terkadang memang lebay, tapi dengan itu kita bisa bahagia di dunia ini lebih dari apapun.
“jadi Kesha gimana? udah ada pacar selama kuliah?”
Ah… ia lupa. Kini ia yang hampir menempati semester tua, sudah pasti kisah cinta sudah terjalin untuk beberapa orang salah satunya Kesha sendiri. Namun bagaimana Kesha bisa mengenalkan Jeka?
Jeka bukan lelaki nakal yang selalu menjadi bahan omongan antar orang, ia juga bukan lelaki brengsek yang suka memainkan hati manusia lain sesukanya. Jeka dikenal dengan segudang prestasi dan program kerja yang sangat bagus saat menjabat sebagai ketua BEM. Siapa yang tidak tertarik dengan pesona seorang Jeka, ketua BEM yang menjadi kesayangan kampus dengan segala jasanya.
Kesha tentu bangga mengenalkan Jeka pada keluarganya, namun bagaimana dengan keluarganya?
Apa segala prestasi Jeka menjamin ia akan dipandang sebagai kebanggaan setelah mengetahui bahwa ia merupakan kekasih Kesha, apa Jeka sudah pasti diterima dikeluarga?
Tidak, apa Kesha sudah diterima oleh keluarganya sendiri mengingat orientasi seksualnya yang berbeda dari keluarganya.
Kesha mengusap kasar wajahnya, mencoba untuk membuang segala pikiran negatif karena besok ada kelas yang harus ia terima hawa negatifnya.

Komentar
Posting Komentar