- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Lembaran yang menjadi tak berarti cukup menarik untuk diteliti. Sembari mencoba paham arti demi arti, biarkan Sosok Kecil ini menimba ulang kehidupan sederhananya yang penuh aksi. Sepertinya ia pribadi yang kuat karena bisa bertahan hingga sekarang, tentunya dengan bantuan Raga Perkasa disampingnya.
Raga Perkasa sedang asik, mungkin interupsi sedikit tidak masalah.
“Raga…”.
Raga Perkasa merendahkan pandangan, melihat Sosok Kecil yang sedang berbaring dipangkuan. Menyelami netra sosoknya merupakan hal yang paling menyenangkan untuk seorang Raga Perkasa yang penuh kurangnya. Katanya hidupnya sangat sempurna dengan kedatangan Sosok Kecil, Sosok Kecil itu bagaikan bagian puzzle yang hilang yang perannya untuk melengkapi kekurangannya.
”Hm… ada apa?”.
Surai lembut kembali di belai, ia utarakan cinta tulus pada sosoknya ini. Berbagi tenang yang ia ciptakan. Lewat mata yang saling menatap, ada cinta yang dileburkan lewat doa dan harapan. Sentuhan hangat menciptakan berbagai tenang yang mengusir segala kalut yang tersandang.
“Kalau misalnya hari besok masih berlaku di aku, apa yang ingin kamu lakukan?”
Sosok Kecil menyamakan posisi, bertumpu pada tangan kecil serta lutut yang selama ini menjadi pencipta arah perjalanannya, jarak wajah yang ia kikis menandakan bahwa sosok ini minta jawaban arti. Sebab selama hidup belum menemukan sebuah arti, karena hidup penuh akan aksi. Raga Perkasa ingin jujur, bahwa ia tidak pernah rela jika hari sosoknya hanya berlaku di esok saja. Tidak akan pernah rela.
Raga Perkasa bangkitkan kalutnya, fakta bahwa ia tidak bisa menyuarakannya, risak yang ia kubur sedalam mungkin dengan mudahnya bangkit dan menghantuinya. Hal yang sangat ditakuti membuat dirinya berpikir cukup lama mengenai pertanyaan yang tergolong sederhana itu.
Ia usahakan agar kalutnya tak terbaca oleh Sosok Kecil dihadapannya. Namun ia hanya manusia biaas, yang gampang salurkan kalut saat tubuh habis dipeluk sembilu.
”Mmm… sederhana saja kok, menghabiskan teh kotak dingin bersama serta bermain dengan seluruh cinta dan asa”
Sosok Kecil… cinta, ia sungguh cinta dengan jawaban tadi tanpa mengetahui sebuah dusta yang sedang bersembunyi dengan seluruh kepalsuannya. Sebab Raga Perkasa ini ahli dalam bermain sembunyi, Sosok Kecil yang tak paham apa-apa jelas tidak akan pernah sadar. Bahkan apa yang membuat Raga Perkasa merasa sangat hancur pun tidak ia ketahui sebab Raga Perkasa hanya menampilkan apa yang sudah seharusnya ia tampilkan.
Kalut Raga Perkasa semakin menguasai, tidak ingin diambil alih dengan kuat ia akhiri. Ia percayakan pada pemilik semesta bahwa sosoknya akan selalu menyertai kehidupannya selama yang ia inginkan. Sosok Kecil ukirkan senyuman, jarak ia pangkas dan membawa Raga Perkasa ke dalam sebuah hangatnya dekapan tanpa tahu sebuah resah diantaranya.
Raga Perkasa… takut. Segala sedih yang dikubur bangkit bagai ciptaan utuh tak berhati dan suram kehadirannya. Ingin berlari namun ujungnya tidak pernah ia temui. Bersembunyi? tidak akan bisa, Raga Perkasa sudah terperangkap.
Buntu… Raga Perkasa butuh sesuatu.
Raga Perkasa ingin hentikan dusta, namun gelapnya sungguh merata.
Dan untuk Sosok Kecil, semoga pemilik semesta menyertaimu, selalu.

Komentar
Posting Komentar