Un Choix

Tentang Kita

 



Dinda dan Rangga adalah sepasang remaja yang sedang jatuh cinta. Mereka bertemu di sekolah dan saling tertarik satu sama lain. Setelah beberapa waktu, mereka akhirnya mengakui perasaan mereka dan memulai hubungan asmara.

Mereka selalu menemukan waktu untuk berkumpul bersama, baik di sekolah maupun di luar sekolah. Salah satunya adalah ketika mereka pergi ke taman yang terletak tidak jauh dari sekolah mereka.

“Kamu mau kemana?” tanya Dinda pada Rangga, cowok yang selalu membuat hatinya berdegup kencang.

“Mau ke taman, tapi kalau kamu sibuk, aku bisa pergi sendiri,” jawab Rangga sambil tersenyum manis.

“Tidak, aku tidak sibuk. Aku mau ikut,” kata Dinda sembari memegang tangan Rangga.

Keduanya berjalan bersama menuju taman. Di tengah jalan, mereka berhenti sejenak untuk membeli es krim.

“Ini es krim paling enak yang pernah aku makan,” puji Dinda sambil tersenyum.

“Kamu yang bilang atau kamu yang mau memuji penjualnya?” goda Rangga.

“Tentu saja yang aku bilang,” balas Dinda tertawa.

Sesampainya di taman, mereka memilih duduk di bawah pohon rindang. Rangga membuka gitar dan mulai memainkan lagu favorit Dinda.

“Kamu hebat sekali memainkan gitar,” puji Dinda sambil memandang Rangga dengan tatapan penuh kagum.

“Ini untuk kamu,” kata Rangga sembari memulai lagu romantis yang ditulisnya sendiri.

Dinda merasa terharu mendengar lirik lagu tersebut. Lagu itu menceritakan betapa pentingnya Dinda dalam hidup Rangga dan betapa ia tidak bisa hidup tanpa kehadirannya.

“Kamu membuatku merasa sangat istimewa,” kata Dinda sembari menangis kecil.

“Aku berjanji akan selalu melindungimu dan mencintaimu,” jawab Rangga sambil memeluk Dinda dengan erat.

Dinda merasa sangat bahagia dan bersyukur memiliki Rangga sebagai kekasihnya. Mereka berdua masih muda, tetapi mereka yakin bahwa cinta mereka akan terus bertahan selamanya.

Malam itu, setelah pulang dari taman, Dinda dan Rangga berbicara melalui telepon selama berjam-jam. Mereka bercerita tentang segala hal, mulai dari kecil hingga besar. Mereka juga membicarakan rencana untuk masa depan mereka.

“Kamu tahu, aku ingin menjadi penulis suatu saat nanti,” ucap Dinda.

“Wah, pasti keren banget nanti buku-bukumu,” jawab Rangga.

“Kamu juga pasti akan sukses sebagai musisi,” balas Dinda.

Mereka berbicara hingga larut malam, sampai akhirnya mereka harus mengakhiri pembicaraan untuk tidur. Meski mereka harus berpisah, namun mereka selalu merasa dekat satu sama lain, bahkan ketika jarak memisahkan mereka.

Hari demi hari, Dinda dan Rangga semakin dekat dan semakin mencintai satu sama lain. Mereka selalu berusaha untuk saling mendukung dan menghargai satu sama lain. Cinta mereka semakin kuat dan mereka yakin bahwa mereka akan selalu bersama selamanya.

Suatu hari, Dinda dan Rangga memutuskan untuk mengikuti lomba pidato yang diadakan di kota mereka. Meskipun Dinda merasa gugup, Rangga selalu mendukungnya dan memberinya semangat bahwa dia pasti bisa.

“Jangan khawatir, kamu pasti bisa,” kata Rangga semangat.

Dinda merasa lebih percaya diri setelah mendengar kata-kata Rangga. Akhirnya, setelah berlatih dan mempersiapkan diri dengan baik, Dinda berhasil memenangkan lomba pidato tersebut.

“Terima kasih sudah selalu mendukungku,” ucap Dinda sambil memeluk Rangga.

“Aku selalu akan mendukungmu,” balas Rangga sambil tersenyum.

Kemenangan Dinda membuat hubungan mereka semakin kuat. Mereka saling mendukung dan saling memotivasi satu sama lain untuk meraih impian mereka masing-masing.

Mereka juga sering menghabiskan waktu bersama, baik dengan berkumpul bersama teman-teman atau dengan mengunjungi tempat-tempat yang mereka ingin kunjungi.

“Kamu tahu, aku ingin mengunjungi Paris suatu saat nanti,” ucap Dinda.

“Bagus sekali. Aku akan membawamu ke sana suatu saat nanti,” jawab Rangga.

Dinda dan Rangga selalu memiliki impian dan rencana untuk masa depan mereka bersama. Mereka yakin bahwa cinta mereka akan terus bertahan dan mereka akan selalu saling mendukung dan menghargai satu sama lain.

Komentar